Selasa, 07 Agustus 2012

Galle Riwayatmu Kini

Selain jenis perahu Phinisi yang dikenal sekarang ini, Kerajaan Gowa pernah memiliki ribuan perahu jenis "Galle" yang mempunyai desain cantik menawan yang dikagumi pelaut-pelaut Eropa, seperti I Galle I Nyannyik Sangguk yang pernah ditumpangi oleh Baginda Sultan Muhammad Said (Sultan Malikussaid) dalam memerangi Walinrang dan negeri Bolong di Tanah Toraja.

Perahu Galle Kerajaan Gowa dahulu, konstruksinya bertingkat dengan panjang mencapai 40 meter dan lebar 6 meter. Tiang layar besar dilengkapi pendayung 200 hingga 400 orang. Setiap perahu Galle diberi nama tersendiri. Seperti I Galle Dondona Ralle Cappaga panjang 25 depa (kurang lebih 35 m), I Galle I Nyannyik Sangguk dan I Galle Mangking Naiya, panjang 15 depa (kurang lebih 27 m), I Galle kalabiu, I Galle Galelangan, I Galle Barang Mamase, I Galle Siga, dan I Galle Uwanngang dengan panjang masing-masing 13 depa atau sekitar 23 meter.

Disamping itu terdapat pula jenis-jenis perahu yang dibuat untuk kepentingan tertentu, seperti jenis perahu Binta untuk penyergapan, perahu Palari sebagai alat pengontrol wilayah kekuasaan di perairan dan pesisir pantai, perahu Padewakang untuk kepentingan dagang, perahu Banawa untuk mengangkut binatang ternak, perahu Palimbang khusus angkutan penumpang antarpulau, perahu Pajala bagi nelayan penangkap ikan, perahu Birowang dan perahu Bilolang untuk mengangkut penumpang jarak dekat.

Dengan memiliki armada perahu yang besar dan tangguh, maka tak heran jika wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa pada pertengahan abad XVII dapat meliputi sebagian besar kepulauan Nusantara bagian timur, seluruh Sulawesi, Sangir-Talaud-Pegu-Mindanao di bagian utara, Sula-Dobo-Buru-Kepulauan Aru (Maluku) di sebelah timur, Marege (Australia Utara)-Timor -Sumba-Flores-Sumbawa-Lombok (Nusa Tenggara) di sebelah selatan, dan Kutai dan Berau (Kalimantan Timur) di sebelah Barat.

Tercatat dalam Lontara Bilang Gowa, pada 30 April 1655, Sultan Hasanuddin berkayuh ke Mandar terus ke Kaili dikawal 183 perahu. Perjalanan Sultan Hasanuddin ke Maros, 29 Desember 1659 dikawal 239 perahu. Ketika ke Sawitto 8 Nopember 1661 dikawal 185 perahu. Sebanyak 450 perahu digunakan mengangkut sekitar 15.000 lasykar Kerajaan Gowa ke Pulau Buton pada bulan Oktober 1666.

Selain sebagai armada perang, juga digunakan untuk menjalin hubungan persahabatan dan perdagangan dengan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara, juga dengan kerajaan-kerajaan di Semenanjung Malaka, dan Gujarat.



Sumber : http://adhiehr.blogspot.com/2011/01/galle-riwayatmu-kini.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar