Selasa, 07 Agustus 2012

Tunipallangga Ulaweng Sang Penakluk

 

Nama pribadinya, adalah I Manriwagau, nama Paddaenganna adalah Daeng Bonto, nama Pakkaraenganna sebelum ia menjadi penguasa adalah Karaeng Lakiyung, Nama-Nya setelah meninggal disebut Tunipallangga Ulaweng [Raja Goa ke-X, memerintah 1547-1565]. Karaeng Tunipallangga Ulaweng dikenang karena sejumlah pencapaiannya. Dia adalah putera Karaeng Tumapakrisik Kallonna. Dia mewarisi sifat ayahnya : penyusun siasat perang yang cerdas, seorang pekerja keras, dan sangat berani.

Dalam menjalankan pemerintahan di Goa, Dia di bantu Mangkubuminya Karaeng Tallo [I Mappatakangtana Daeng Paduduq], melanjutkan pembangunan dan perluasan wilayah kekuasaan Goa yang telah dirintis sebelumnya oleh ayahandanya. Dengan menetapkan program politik ekspansi untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan tetangga. Untuk itu beliau memperkuat benteng-benteng pertahanan kerajaan dengan menjadikan Benteng Somba Opu sebagai bentang utama. Benteng-benteng lainnya diperkuat dengan pagar keliling [Benteng Barombong dan Benteng anak Goa].

Karaeng Tunipallangga Ulaweng, ialah Raja Goa yang menaklukkan hampir seluruh kerajaan yang ada di Sulawesi Selatan dan beberapa kerajaan yang berada di Sulawesi Tengah sekarang ini. Ialah Raja Goa yang pertama berperang melawan orang Bugis di Bampangang. Menaklukkan Bajeng, Polombangkeng, Lamuru, Masade, Walanaya. Menaklukkan penguasa yang bernama I Lapasari, penguasa Soppeng yang bernama Puang ri Jammaq, menaklukkan penguasa wanita (datu bainea) bernama I Daengku beserta kerajaan-kerajaan pengikut-nya. Menaklukkan Samanggi, Cenrana, Bengo, Salomekko, Cina, Kacu, Patuku, Kalubimbing, Bulo-Bulo, Kajang, Lamatti, Saumata, Camba, Bulukumba, Ujung Loe, Pannyikkokang, Pationgi, Gantarang, Wero, Selayar, Bira, Turiwawo Atas, Wajo, Otting Buluq-Cenrana, Suppaq, Sawitto, Letang, Duri, Panaikang, Totoli, Kaili.

"Bersama sekutunya [Maros] menaklukkan penguasa wanita (datu bainea) bernama I Daengku dan pengikut-nya. Menaklukkan Cenrana, Salomekko, Cina, Kacu, Patuku, Kalubimbing, Bulo-Bulo, Kajang, dan Lamatti. Menaklukkan Samanggi, Cenrana, Bengo, Saumata dan Camba dan membuatnya menjadi pengikut Goa. Bersama sekutunya [Luwu] menaklukkan Wajo. Bersama sekutunya [Sidenreng] menaklukkan Otting Buluq-Cenrana, Suppaq, Sawitto, Letang, Duri, Panaikang dan membuatnya menjadi pengikut Goa".

Bebeberapa pencapaian lainnya seperti : Menciptakan jabatan Tumakkajananngang [Panglima Perang Kerajaan]. Menciptakan jabatan Tumailalang [Komunikator] untuk menangani administrasi internal. Menciptakan system resmi ukuran berat dan pengukuran. Pertama kali memasang meriam yang diletakan di benteng-benteng besar. Pemerintah pertama ketika orang Makassar mulai membuat peluru, mencampur logam dan membuat batu bara. Pertama kali membuat dinding batu bata mengelilingi pemukiman Goa dan Somba Opu. Penguasa pertama yang didatangi oleh orang melayu [Anakoda Bonang]. Yang pertama membuat perisai besar menjadi kecil, memendekkan gagang tombak dan membuat peluru Palembang. Penguasa pertama yang meminta tenaga lebih dari rakyatnya.

Karaeng Tunipallagga Ulaweng memiliki istri sebanyak 3 [tiga] orang. Satu istrinya bernama I Daeng Ningai, dikaruniai empat orang anak, dua perempuan. Satu lagi istrinya bernama Karaenga ri Biliq Tangngaya anak dari Karaeng Loe ri Katingang anak Karaeng Tuanaq Sappuq, dikaruniai seorang anak perempuan. Satu lagi istrinya bernama Datuq ri Bali [Karaenga ri Suppaq], tidak mempunyai anak.

Ketika ia memimpin Goa melawan Bone, sakit yang diderita-nya bertambah parah [didalam benteng di Papolong]. Oleh sebab itu Dia terpaksa di bawa pulang ke Goa. Hanya berselang 48 hari lamanya di Goa, Dia wafat akibat penyakitnya itu. Oleh sebab itu disebut Karaeng Tunipallangga Ulaweng.

Setelah Karaeng Tunipallangga Ulaweng wafat, Dia digantikan oleh saudaranya yang bernama I Tajibarani Daeng Marompa, Karaeng Data, Tunibatta sebagai Somba Gowa XI.** Wassalam, Semoga manfaat...

Referensi :
*1) Lontara Goa.
*2) Lontara Maros.
*3) Zainuddin Tika-M. Ridwan Syam-Rosdiana Z, Profil Raja-Raja Gowa.
.

Sumber :  http://adhiehr.blogspot.com/2011/02/tunipallangga-ulaweng-sang-penakluk.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar